TUGAS MANDIRI 6-AGAMA DAN ASAH SKIL-KAMPUS ITBI MILENIAL MEDAN

Nama: Falensius Mendrofa 
Kelas: PGI
Jurusan: Teknik Industri 

1.Mendeskripsikan kisah para nabi
2.Mendeskripsikan faktor apa saja yang mempengaruhi kepribadian 

👇JAWABAN 👇

1.NABI-NABI ISRAEL DALAM PERJANJIAN LAMA: 
SEBUAH PENDEKATAN SEJARAH AGAMA.

👉Abstrak 
Perjanjian Lama, sebagai Kitab Suci umat Kristen, banyak 
menceritakan kisah para nabi. Para nabi tersebut 
kesemuanya diutus untuk bangsa Israel, maka disebut nabi-
nabi Israel. Nabi-Nabi Israel yang dikisahkan Perjanjian 
Lama menempati ruang istimewa dalam sejarah 
kekristenan, bahkan sejarah kenabian Agama Samawi 
lainnya, Yahudi dan Islam. Artikel ini secara spesifik 
menguraikan kenabian Israel sebagaimana dikisahkan 
dalam Perjanjian Lama, terutama kisah kenabian dengan 
pendekatan sejarah, meliputi nabi kerajaan, nabi penulis, 
nabi besar, dan nabi masa pembuangan. 
Kata Kunci: Nabi Israel, Perjanjian Lama, Sejarah 
Agama 
Pendahluan 
Secara teologis, menurut agama Kristen, seseorang 
menjadi nabi bukanlah atas kemauan sendiri, tetapi karena 
dipilih oleh Tuhan. Tradisi Kristen, misalnya, menyebutkan 
bahwa Yeremia sebelum dia lahir dari kandungan, Tuhan telah 
menetapkan dia sebagai nabi.1
 Inisiatif datang dari Tuhan bukan 
dari usaha manusia. Seorang nabi, dengan demikian, adalah 
hamba Tuhan, mengucapkan kata-kata demi nama Tuhan, dan 
hanya memegang perintah atau perkataan yang diterimanya dari 
Tuhan, serta bertanggungjawab penuh kepada Tuhan. 
Tugas dan peranan pokok panggilan kenabian, yang 
dapat dipelajari dari tradisi kenabian Perjanjian Lama, pertama-
tama adalah untuk mengingatkan bangsanya, khususnya Israel, 
yang lupa akan perjanjian kasih dengan Tuhan, dan dari sini lalu 
menyerukan pertobatan.2
 Selain itu nabi juga menyampaikanancaman hukuman atau bencana yang akan terjadi jika bangsanya 
tidak bertobat, dan sebaliknya mereka akan mendapat berkat jika 
bertobat. Peran nabi, selain yang telah disebutkan, juga 
menubuatkan masa depan, menyampaikan warta gembira, serta 
membangkitkan dalam hati umat pengharapan akan Almasih 
terjanji, yang akan mendirikan kerajaan baru.3
 
Sejarah nabi-nabi Israel terbagi menjadi beberapa 
periodisasi yang jelas. Uraian berikut ini akan menjabarkan 
periodsasi itu terlebih dahulu dan kemudian setiap nabi akan 
dilihat dalam periodenya masing-masing agar dapat dipahami 
secara baik pesan-pesannya. 
1. Nabi-Nabi Sebelum Zaman Kerajaan 
 Periode yang pertama berakhir dengan dimulainya 
zaman kerajaan dibawah Raja Saul. Sampai saat itu keadaan 
politik di Israel sangat berbeda, sehingga jenis pesan kenabian 
yang dibutuhkan juga berbeda. Beberapa pakar percaya bahwa 
Samuel adalah orang pertama yang benar-benar dapat disebut 
nabi. Lindblom, misalnya, berkata bahwa Musa, Miryam dan 
Debora dapat disebut nabi ³KDQ\D GDODP DUWL ORQJJDU EHUNDLWDQ
dengan kemampuan-kemampuan adikodrati yang mereka 
WHULPD¥4
 Terlepas dari pendapat tersebut, Alkitab menyebut 
orang-orang nabi, dengan memakai istilah nabhi¶ yang sama 
untuk menyebut Samuel dan nabi-nabi lainya. Tidak ada alasan 
untuk mengingkari kenabian bagi nabi-nabi awal. 
Khusus mengani Abraham, yang disebut nabi dalam 
Kejadian 20:7 ada suatu perbedaan yang perlu diperhatikan. 
Memang benar bahwa dia seorang nabi, karena dia menerima 
wahyu dari Tuhan dan menyampaikan informasi yang telah 
didengarnya itu kepada orang lain, tetapi dia hidup ketika Israel 
belum menjadi suatu bangsa. Dia adalah bapak bangsa, tetapi 
bangsa itu belum terwujud sampai zaman Musa, maka jika kita bicara tentang nabi-nabi Israel, Abraham sama sekali tidak dapat 
diikutsertakan.5
Orang pertama dari bangsa itu yang dapat disebut nabi 
adalah Musa. Dia menyebut dirinya sendiri sebagai nabi dalam 
Ulangan 18:15, dan merupakan suatu contoh bagi nabi-nabi 
lainnya. Miryam, saudara perempuan Musa, disebut QHEKL¶DK
(nabi perempuan). Mengapa dia digolongkan sebagai nabi, tidak 
diketahui secara pasti, mungkin saja dia berbicara bagi Tuhan 
sama seperti saudaranya, dan mungkin saja ia menerima informasi 
dari Tuhan. Rasanya Yosua juga dapat dimasukkan kedalam 
golongan ini, karena meskipun istilah nabhi¶ WLGDN GLSDkai 
untuknya, dia berfungsi dalam kapasitas sebagai seorang nabi. Dia 
menerima komunikasi dari surga dan menyampaikannya kepada 
umat. Itu adalah pekerjaan nabi. Alasan mengapa istilah nabi tidak 
dipakai untuknya mungkin hanya karena tidak ada peristiwa 
dimana istilah itu perlu disebutkan. Bileam bin Beor kadang-
kadang dimasukkan dalam kategori ini, karena dalam II Pterus 
2:15 dia disebut demikian, dia bukan warga Israel tetapi dia 
dipanggil dari Mesopotamia oleh Balak Raja Moab untuk 
mengutuki Israel. Jadi, dia tidak termasuk nabi-nabi Israel.6
Nama berikutnya adalah Debora, salah seorang hakim, 
yang disebut QHEKL¶DK (nabi perempuan) dalam Hakim-Hakim 
4:4. Mungkin dia telah menerima dan menyampaikan pesan dari 
Tuhan sebelum menjadi hakim, bahkan mungkin jabatan ini 
diperolehnya karena pengalaman dia sebelumnya sebagai nabi 
perempuan. Dalam masa Gideon, ada kisah mengenai seorang 
nabi, meskipun tidak disebutkan namanya, yag datang untuk 
memperingatkan umat bahwa mereka telah berdosa karena telah 
menyembah Baal.7
 Tentu saja Samuel adalah nabi yang paling 
terkenal pada zaman ini, dan bahkan sejak usia masih muda dia 
telah diakui sebagai nabi dari Dan sDPDSDL%HUV\HED¥6XDWXVDDW
dia memimpin nabi muda, yang rupanya untuk beberapa lama 
tinggal di Nayot dekat Rama, sebagai markas Samuel. Tampaknya mereka adalah murid-murid sebuah sekolah pelatihan yang 
didirikan oleh Samuel.8
Mereka itulah orang-orang yang dengan jelas disebut 
nabi dari masa itu. Namun ada beberapa petunjuk yang 
menyiratkan bahwa selain mereka masih ada banyak orang-orang 
lain. Pertama, ramalan Musa bahwa akan bangkit nabi-nabi seperti 
dirinya kepada siapa umat harus bertanya tentang hal-hal yang 
ilahi, tidak meungkin digenapi hanya oleh orang-orang ini saja. 
Kedua, cara menyebutkan Debora sebagai nabi perempuan 
menyiratkan bahwa selain dia masih ada yang lainnya. 
Identitasnya sebagai nabi perempuan tidak ada kaitannya dengan 
kisah yang diceritakan, karena kisahnya hanya menceritakan 
tentang dia dalam kapasitasnya sebagai hakim. Jadi, kemungkinan 
Debora hanyalah salah satu diantara nabi-nabi perempuan yang 
dikenal pada masa itu. Ketiga, nabi yang dari masa Gideon hanya 
disebutkan secara sambil lalu, berarti profesi nabi bukanlah 
sesuatu yang luar biasa pada masa itu dan bahwa seorang 
diantaranya diutus untuk menyampaikan pesan yang dimaksud. 
Keempat, ada satu ayat dari zaman Samuel yang menyiratkan 
bahwa nabi, atau pelihat, diangap sebagai profesi yang sangat 
umum, dan sekaligus menunjukkan perubahan sebutan orang yang 
mempunyai profesi nabi. Adanya perubahan ini berarti bahwa 
nabi sangat sering dibicarakan, dan oleh karenanya jumlah mereka 
pasti banyak. Kelima, tidak ada alas an mengapa semua harus 
disebutkan, lagi pula pada periode lain juga tidak ada daftar 
lengkap dari nabi yang ada, hanya mereka yang ada hubungannya 
dengan sejarah yang diceritakan dan disebutkan.9
Satu tema sentral mendominasi pesan-pesan yang 
disampaikan oleh para nabi ini, mencerminkan kebutuhan pada 
waktu itu yang diwujudkan dalam perkataan dua orang diantara 
mereka. Kebutuhan mereka pada waktu itu adalah menolak 
pengaruh Kanaan, terutama pemujaan terhadap Baal ng dilakukan 
oleh penduduk asle negeri itu. Daya tarik untuk mengikuti cara 
hidup orang Kanaan sangat kuat karena mereka sudah jauh lebih 
maju sedangkan orang Israel baru saja keluar dari kehidupan di padang gurun. Tuntutan mereka harus belajar cara bertani, dan 
menurut kepercayaan Kanaan agar dapat bertani dengan baik 
orang harus menyembah Baal karena dia adalah dewa badai dan 
hujan. Orang Israel pasti sangat rentan dengan pandangan ini, 
karena itu dibutuhkan nabi-nabi,maupun imam, untuk memerangi 
pengaruh itu.10
Kedua, nabi yang dengan jelas menawarkan pesan ini 
adalah Samuel dan seorang nabi lain yang tidak disebutkan 
namanya pada masa Gideon. Pesan kedua nabi ini menunjukkan 
tekanan yang sama. Samuel mendesak umat untuk berbalik 
kepada Tuhan dengan segenap hati, dan menjauhkan tuhan lain 
serta para Asytoret, sementara nabi di masa Gideon mula-mula 
mengingatkan umat akan perologan Tuhan yang telah melepaskan 
mereka dari Mesir, kemudian tentang perintah Tuhan kepada 
mereka untuk tidak menyembah tuhan orang Amori, dan akhirnya 
mengecam mereka karena mereka tidak taat. 
2. Nabi-Nabi Zaman Kerajaan yang Mendahului Nabi-Nabi 
Penulis 
Setelah zaman Samuel, ketika raja-raja mulai memerintah 
Israel, nabi menjadi makin banyak dan menjadi semakin 
berpengaruh di tengah masyarakat. 
Daftar orang-orang yang disebut nabi dalam periode yang 
kedua ini jauh lebih panjang dari pada dalam zaman hakim-hakim. 
Dalam menyusun daftar ini sebaiknya juga dilihat siapakah raja 
yang memerintah ketika mereka melayani. 
Pada zaman pemerintahan raja Daud, muncul nabi Natan 
GDQ*DGVHUWD ,PDP=DGRN\DQJSHUQDKGLVHEXW³SHOLKDW¥GDODP
suatu kesempatan, serta Heman, orang Lewi, bersama-sama 
disebut. Pada zaman pemerintahan Yerobeam, ada Ahia, seorang 
³DEGL $OODK¥ DQJ PHQJHFDP PH]EDK <HUREHDP GDQ VHRUDQJ
³QDEL WXD¥ GL %DEHO \DQJ PHQLSX ³DEGL $OODK¥ 3DGD ]DPDQ
pemerintahan Rehabeam, Semaya dan Ido, pada masa 
pemerintahan Asa, Azarya dan Hanani, pada masa pemerintahan 
Baesa, Yehubin Hanani, pada masa pemerintahan Yosafat, 
Yahaziel dan Eliezer, pada masa pemerintahan Ahab, Elia, Elisa, 
VHRUDQJ \DQJ KDQ\D GLVHEXW ³QDEL¥ GDQ 0LNKD SDGD PDVDpemerintahan Yoas dari Yehuda, Zakharia, dan pada masa 
SHPHULQWDKDQ$PD]LD³VHRUDQJQDEL¥11
Ada dua puluh nabi yang diketahui melayani pada masa 
ini, yang meliputi kurun waktu sejak awal kerajaan sampai masa 
pemerintahan Raja Yerobeam II, atau sekitar dua setengah abad. 
Jumlah nabi pada kurun ini sebetulnya lebih anyak dari yang 
disebutkan, bahkan keberadaan mereka dinyatakan secara jelas 
dalam penyebutan tentang rombongan nabi-nabi, yang sepertinya 
sedang dalam masa pelatihan, yang hidup di Betel, Yerikho, dan 
Gilgal. Rupanya kelompok-kelompok ini berada di bawah 
pengawasan dan pelajaran Elia dan kemudian Elisa. Mungkin Elia 
melanjutkan gagasan tentang pelatihan nabi yang dilakukan oleh 
Samuel bertahun-tahun yang lalu. Dikatakan bahwa sekitar lima 
puluh oang diantara mereka menyaksikan ketika Elia dan Elisa 
menyeerangi sungai Yordan, sesaat sebelum Elia naik ke surga, 
dan setelah itu ada petunjuk bahwa sekitar seratus orang tinggal di 
Gilgal. Rupanya kelompk itu telah berkembang dengan pesat 
sehingga dibutuhkan tempat tinggal yang baru.12
Lalu masih ada lagi beberapa petunjuk yang 
menunjukkan adanya nabi-nabi lain. Misalnya kalau benar ada 
VHRUDQJ ³QDEL WXD¥ \DQJ KLGXS GL %HWHO NHWLND ³DEGL $OODK¥
mengecam mezbah yang ada di sana, pasti di kota-kota lain juga 
ada nabinabi seperti dia. Begitu juga pada masa pemerintahan 
Raja Yoas, setelah kematian imam besar Yoyada, dikatakan 
bahwa Tuhan mengutus nabi-nabi untuk menegur para pemimpin 
pada waktu itu, namun hanya satu yang disebutkan, Zakharia.13
Nabi-nabi memang tidak semua namanya dicantumkan dalam 
Alkitab. 
Dalam periode ini ada lebih banyak informasi tentang 
apa yang dikatakan nabi. Menariknya, pesan-pesan mereka sangat 
berbeda dengan pesan-pesan yang disampaikan para nabi pada 
masa hakim-hakim, dimana pengaruh Kanaan yang menjadi pusat 
perhatian. Masalah pengaruh Kanaan telah selesai ketika kerajaan 
terbentuk, terutama pada zaman Daud, dan sekarang yang menjadi 
perhatian adalah masalah lain, yaitu empat bidang sebagai berikut.a) Reformasi Sosial 
Reformasi sosial mendapat perhatian serius dari nabi-
nabi belakangan. Dua pesan kenabian mengenai masalah ini 
dikeluarkan pada masa pemerintahan Daud dan menyangkut diri 
Daud sendiri. Pesan pertama disampaikan oleh Nabi Natan ketika 
ia mengecam raja karena telah berbuat dosa bersama Betsyeba dan 
setelah itu merencanakan pembunuhan terhadap Uria. Gad 
menyampaikan pesan yang kedua ketika dia menegur raja karena 
telah mengadakan sensus. Pesan ketiga disampaikan oleh Elia 
kepada Ahab yang telah melakukan ketidakadilan kepada Nabot 
dengan menyerobot kebun anggurnya. Masih satu lagi, yaitu 
ketika Eliezer menegur Yosafat karena bersekutu dengan Ahazia, 
raja Israel dalam pembuatan armada kapal.14
b) Ketidaksetiaan kepada Tuhan 
Berikut ini adalah kejadian-kejadian dimana 
ketidaktaatan kepada Tuhan dikecam. Semaya menegur 
Rehabeam, memperingatkan dia bahwa karena ketidaktaatannya 
7XKDQ DNDQ ³PHQLQJJDONDQ¥ GLD GDODP NXDVD 6LVDN UDMD 0HVLU
yang pada masa itu sedang menyerang negeri. Rehabeam dan para 
pemimpin Yehuda menunjukkan penyesalannya dan Tuhan 
menyatakan belas kasih dengan mengurangi kersakan yang 
ditimbulkan oleh Sisak. Azarya memberikan teguran kepada Asa 
yang juga menunjukkan penyesalDQ\DNDUHQDUDMD³PHQ\LQJNLUNDQ
dewa-GHZD NHMLMLNDQ GDUL VHOXUXK WDQDK¥ GDQ ³PHPSHUEDKDUXL
PH]EDK7XKDQ¥1DPXQSHULQJDWDQ+DQDQLNHSDDUDMD\DQJVDPD
setelah itu kaurang berhasil karena raja justeru memenjarakan 
nabi itu. Dia menegur Asa karena terlalu mempercayai diri sendiri 
bukannya menyerahkan diri kepada Tuhan. Bahkan Zakharia lebih 
menderita lagi pada masa pemerintahan Raja Yoas ketika 
diamenegur umat yang telah melanggar perintah Tuhan. 
Kejadian yang dipaparkan di atas mengambarkan 
keinginan nabi agar raja menjalankan pemerintahannya menurut 
cara yang dikehendaki Tuhan. Raja-raja yang bersangkutan, yang 
semuanya dari Yehuda, pasti sudah tahu bagaimana memerintah 
dengan benar. Para nabi percaya bahwa berkat Tuhan bergantung 
kepada hal ini dan oleh karenanya berusaha menegur dan memperingatkan mereka. Dua nabi diantara mereka sangat 
menderita karena usahanya.15
c) Peribadahan Palsu 
Peribadatan palsu terutama terjadi di Dan dan Betel , di 
Utara Israel Israel. Yerobeam telah memalsukan peribadahan 
kepada Tuhan karena dia tidak ingin rakyatnya kembali ke Bait 
Tuhan di Yerusalem. Teguran yang pertama bagi kesesatan ini 
GDWDQJ GDUL VHRUDQJ QDEL \DQJ KDQ\D GLVHEXW ³DEGL $OODK¥\DQJ
dikirim ke utara Yehuda. Yerobeam diperingatkan secara pribadi 
bahwa kelak seorang raja bernama Yosia akan menyembelih para 
imam di Betel dan membakar tulang-tulan mereka di atas mezbah 
yang mereka layani. Yerobeam yang tangannya mengacung untuk 
mengecam, mendapati tangannya tiba-tiba kejang dan dia 
memohon abdi Allah untuk berdoa agar tangannya bias kembali 
seperti semula. 
Teguran yang kedua juga ditujukan kepada Yerobeam 
oleh Ahia yang sebelumnya pernah meramalkan kepada 
Yerobeam bahwa dia akan menjadi raja. Teguran kali ini 
disampaikan melalui isterinya bahwa sekarang Tuhan telah 
menolak keluarganya, mereka tidak akan menduduki tahta lagi. 
$ODVDQQ\D DGDODK NDUHQD <HUREHDP ³WHODK PHODNXNDQ SHUEXDWDQ
MDKDWOHELK GDUL VHPXD RUDQJ \DQJ PHQGDKXOXL¥ GLD WHUXWDPD
karena dia telah memalsukan peribadahan. Ramalan ini terbukti 
ketika putera Yerobeam, Nadab, terbunuh selagi dia menjadi raja. 
Lalu Baesa, pembunuh dan penganti Nadab, mendapatkan teguran 
yang ketiga, dengan nasib yang sama bagi dinastinya karena dia 
³WHODK KLGXS VHSHUWL <HUREHDP¥ 'DQ WHJXUDQ \DQJ NHHPSDW
adalah perkataan Mikha terhadap Ahab, Dia tidak bicara langsung 
tentang peribadahan palsu, tetapi menyiratkannya dalam 
pendapatnya yang bertentangan dengan keempat ratus nabi yang 
berhubungan dengan peribadahan itu.16
d) Peribadahan kepada allah-allah palsu 
Teguran pertama menyangkut Salomo. Ahia 
menyampaikannya ketika ia meramalkan kepada Yerobeam bahwa ia akan memerintah atas seluruh suku Israel. Ahia berkata 
bahwa alasannya ialah karena Salomo telah meninggalkan Tuhan 
dDQ ³VXMXG PHQ\HPEDK NHSDGD $V\WRUHW GHZL RUDQJ
Sidon,kepada Kamos, allah orang Moab dan kepada Milkom, 
DOODK EDQL $PRQ¥ 7HJXUDQ \DQJ NHGXD GL <HKXGD GDWDQJ VDWX
VHWHQJDK DEDG NHPXGLDQ NHWLND ³VHRUDQJ QDEL¥ PHQJHFDP
Amaziaoleh karena alas an yang sama. Amazia baru saja kembali 
setelah mengalahkan orang Edom dan membawa pulang beberapa 
³GHZD¥PHUHNDGDQPHQMDGLNDQQ\DVHEDJDXWXKDQQ\D6DQJQDEL
EHUWDQ\D GHQJDQ WDMDP ³PHQJDSD HQJNDX PHQFDUL DOODK VHVXDWX
bangsa yang tidak dapat melepaskan bangsanya sendiri dari 
WDQJDQPX"¥
Di Israel peristiwa-peristiwa yang menyebabkan teguran-
teguran menyangkut penyembahan Baal, yang diperkanlkan oleh 
Izebel. Peristiwa Elia di Bukit Karmel, ketika dia berusaha dan 
berhasil mendapatkan pengakuan umat bahwa Allah Israel, dan 
bukan Baal, adalah Tuhan yang benar. Elisa, yang melayani 
setelah itu, tidak terlalu banyak berbicara tentang penyembahan 
Baal, tetapi setidaknya dalam dua kesempatan dia menyiratkan 
maksudnya dengan jelas mengenai masalah itu. Yang satu terjadi 
di sebelah selatan kota Moab ketika tiga orang raja meminta 
nasehatnya tentang kebutuhan mereka akan air. Yoram, anak 
Ahab, adalah salah satu diantaranya, dan kepadanya Elisa 
PHQ\LQGLUGHQJDQSHQXKDUWL³SHUJLODKNHSDGDSDUD nabi ayahmu 
GDQ SDUD QDEL LEXPX¥ 'HQJDQ NDWD ODLQ NDUHQD VHEHOXP LWX
Yoram sangat mengagungkan nabi-nabi Baal, mengapa sekarang 
tidak meminta pertolongan kepada mereka. Berikutnya terjadi 
pada saat pengurapan Yehu sebagai pengganti Yoram. Salah satu 
tindakan Yehu dalam membasmi keluarga Ahab adalah 
menyembelih nabi-nabi Baal. Ketika Elisa mengurapi Yehu, dia 
PHPHULQWDKNDQ XQWXN ³PHPEXQXK NHOXDUJD WXDQPX $KDE¥
rupanya yang dia maksud dengan keluarga Ahab termasuk pula 
para nabi Baal.17
3. Nabi-Nabi Penulis 
Nabi-nabi penulis adalah kelompok nabi Israel yang 
paling terkenal. Pengajaran dan tulisan mereka menempati kelas tetapi tentang Edom di sebelah selatan. Dia meramalkan kejatuhan 
Edom karena sikapnya yang sombong kepada umat Tuhan.20
Masa pelayanan Nabi Yoel paling sesuai dengan masa 
pemerintahan Yoas yang diurapi pada masa tuju tahun. Setelah 
Yerobeam, puteranya Ahazia memerintah selama satu tahun, dan 
ketika ia terbunuh, Atalua menobatkan dirinya menjadi raja. Dia 
memerintah selama enam tahun dan di bawah pimpinan imam 
besar, Yoyada yang saleh, Yoas yang masih muda naik ke 
singgasana dan Atalya dibunuh. Selama bertahun-tahun, ketika 
Yoas masih belum cukup dewsa untuk memerintah, Yoyada yang 
paling berpengaruh di negeri itu. Rupanya Yoel melayani selama 
masa ini ketika Yoyada menjalankan kepemimpinan sesuai 
kehendak Tuhan.21
b) Nabi-Nabi Abad kedelapan: Amos, Hosea, Yesaya, Mikha, 
dan Yunus 
Empat diantara para nabi abad kedelapan itu 
menyebutkan sendiri masa hidup mereka sehingga tidak ada 
pertanyaan tentang kapan sesungguhnya mereka melayani. Amos 
berkata bahwa ia bernubut pada masa pemerintahan Yerobeam II 
di Israel dan Uzia di Yehuda, berarti sekitar tahun 767 SM sampai 
tahun 753 SM (tahun kematian Yerobeam).22
Hosea mengatakan bahwa pelayanannya berlangsung 
selama mas pemerintahan Uzia, Yotam, Ahaz, Hizkia dari Yehuda 
dan Yerobeam II dari Israel. Jadi masa pelayanannya adalah sama 
dengan Amos, yaitu 767-753 SM ketika Hizkia menjadi penguasa 
tunggal atas Yehuda.23
Yesaya menyebut Uzia, Yotam, Ahaz, dan Hizkia 
sebagai raja yang memerintah pada waktu dia bernubuat, tanpa 
menyebut-nyebut seorang raja dari Israel. Alasan dia tidak 
menyebut raja Israel karena Yesaya adalah seorang nabi bagi 
Yehuda dan bukan bagi Israel, berbeda dengan Amos maupun 
Hosea. Dia berbicara tentang panggilannya menjadi nabi pada 
tahun ketika Raja Uzia wafat, yaitu tahun 740 SM. Dia juga berbicara tentang kematian Raja Asyur, Sanherib, yang terjadi 
pada tahun 681 SM, rupanya ia melayani dalam kurun waktu yang 
sangat panjang sekitar enam puluh tahun. Mungkin ini adalah 
masa pelayanan berdasarkan pemerintahan raja-raja Yehuda 
karena dia juga seorang nabi Yehuda. Dia menyinggung tentang 
Yotam, Ahaz dan Hizkia. Rupanya dia mulai melayani suatu saat 
setelah Yesaya dan berhenti terlebih dahulu sebelum dia. Karena 
Yotam berhenti memerintah pada tahun 732 SM dan Hizkia 
memulai pemerintahan tunggalnya pada tahun 715 SM,paling 
tidak masa pelayanannya adalah di antara kedua tahun ini.24
Nabi yang kelima, Yunus, tidak menunjukkan tanggal 
penulisan bukunya secara demikian. Salah atu alasannya tentu saja 
karena dia menulis tentang Niniwe dan bukan tentang Israel atau 
Yehuda. Para ahli menetapkan dua penanggalan sebagai masa 
pelayanan Yunus. Satu yang paling banyak pendukungnya adalah 
sekitar pelayanan Amos, kira-kira tahun 760 SM. Dalam II Raja-
Raja 14:25 dikatakan bahwa Yunus bernubuat kepada Yerobeam 
II, yang berarti sekitar paruh pertama dari abad kedelapan. 
Perikop yang sama menunjukkan bahwa dia melayani sebagai 
nabi bagi Israel, selain bagi Niniwe, karena ia meramalkan 
peebutan kembali wilayah Israel oleh Yerobeam dari Hamat 
sampai ke Laut Mati di sebelah selatan.25
Meskipun mungkin Yunus melayani pada paruh pertama 
abad kedelapan, keempat nabi lainnya semuanya melayani 
setidak-tidaknya setelah tahun 760 SM, dan tiga diantaranya, 
Hosea, Yesaya, dan Mikha, setelah tahun 740. Jadi ada empat 
nabi, dua dari Yehuda dandua dari Israel, yang dikelompokkan 
dalam pertengahan dan paruh kedua abad kedelapan. 
c) Nabi-Nabi Abad Ketujuh: Nahum, Yeremia, Zefanya, 
Habakuk 
Nahum tidak menunjukkan tahun pelayanannya secara 
khusus, tetapi pasti diantara kehancuran Tebe di Mesir (663 SM; 
tidak da Tebe yang lain), sebagaimana dikatakan dalam 3:8, dan 
Niniwe (612 SM), yang menjadi tema dari kitabnya. Karena tema 
ini tampaknya nubuat Nahum tentang kehancuan kedua kota itu Meskipun profesi Daniel yang sesungguhnya bukan nabi, 
dia adlah seorang pejabat di istana Raja Babilonia, tetapi dia 
terhitung sebagai nabi karena Tuhan memberinya penglihatan 
tentang masa yang akan datang. Masa pelayanan Daniel diketahui 
secara pasti. Dia dibuang bersama tiga sahabatnya, Hananya, 
Misael, dan Azarya, ke Babilonia pada musim panas tahun 605 
SM, pada tahun ketiga pemerintahan raja Yoakhim, yang berakhir 
pada bulan Oktober tahun 605 SM. Dia terus melayani sampai 
setelah Koresy mengalahkan Babilonia pada tahun 539 SM, 
sampai setidaknya tahun ketiga dari pemerintahan Koresy, dia 
hidup di Babilonia hampir tujuh puluh tahun. 
Yehezkiel ditawan pada tahun 597 SM, yaitu bersamaan 
dengan Raja Yoakhin dibuang ke Babilonia. Dia terus melayani 
setidaknya sampai tahun yang kedua puluh tujuh dari masa 
pembuangan, yaitu tahun 571 SM, ketika Nebukadnezar masih 
memerintah. Mungkin dia hidup lebih lama dari itu tatapi pasti 
tidak lebih lama dari Daniel. Ketika Daniel bekerja di istana raja, 
Yehezkiel melayani sebagai nabi di tengah-tengah umat Yehuda 
yang sedang dalam pembuangan.29
 
e) Nabi-Nabi Setelah Masa Pembuangan: Hagai, Zakharia, 
dan Maleakhi 
Hagai dan Zakharia dapat digolongkan menjadi satu 
karena kedua sama-sama menunjukkan bahwa mereka mulai 
melayani pada tahun kedua dari pemerintahan raja Darius, 520 
SM. Semua nubuat Hagai menunjuk kepada saat itu, sedangkan 
Zakharia menerima wahyu dari Tuhan pada saat itu dan juga 
setelahnya.Tema utama dari keduanya adalah kebutuhan untuk 
membangun kembali Bait Allah di Yerusalem. Sebetulnya rakyat 
sudah mulai membangun kembali Bait Allah begitu mereka 
kembali dari pembuangan pada tahun 538/537 SM, namun mereka 
segera merasa putus asa dan berhenti membangun, dan selama 
enam belas sampai tujuh belas tahun bangunan itu terlantar 
sebagai fondasi yang tidak berguna, suatu hal yang sangat 
merendahkan Tuhan di mata bangsa-bangsa sekitar mereka. 
Akhirnya pada tahun 520 SM Hagai dan Zakharia disuruh 
membangkitkan semangat umat untuk membangun kembali dan usaha mereka berhasil. Rakyat mulai membangun kembali dan 
bangunan itu selesai pada tahun 515 SM.30
Maleakhi lebih sulit di tentukan tahunnya tetapi yang 
jelas setelah masa pelayanan Hagai dan Zakharia. Misalnya saja 
dia menunjukkan bahwa seorang gubernur Persia berkuasa ketika 
dia di Yerusalem. Dia berbicara tentang upacara keagamaan yang 
diselenggarakan di Bait Allah, berarti Bait Allah tengah dibangun 
kembali pada waktu itu. Dia juga mengecam dosa-dosa yang 
dilakukan umat dan dosa-dosa itu sama dengan yang disebutkan 
oleh Ezra maupun Nehemia pada masa mereka. Hal ini 
menyarankan sesuatu masa di sekitar masa Ezra dan Nehemia 
bagi Maleakhi. Karena namanya tidak disebut-sebut di dalam 
kedua kitab itu maka diperkirakan dia melayani beberapa tahun 
setelah kitab-kitab itu ditulis. Berarti dia aktif bekerja pada akhir 
abad kelima.31
Bila ditinjau kembali semua nabi penulis ini terlihat 
bahwa urutan-urutan nabi-nabi kecil pada umumnya sesuai 
dengan tahun pelayanan mereka. Nabi-nabi kecil yang pertama 
semuanya berasal dari abad kesembilan atau kedelapan, Hosea, 
Yoel, Amos, Obaja, Yunus, dan Mikha. Yesaya tidak termasuk 
diantara mereka karena dia adalah seorang nabi besar. Lalu tiga 
nabi berikutnya berasal dari abad ketujuh, Nahum, Habakuk dan 
Zefanya. Yeremia tidak terhitung diantara mereka karena dia 
adalah seorang nabi besar. Lalu tiga yang terakhir, Hagai, 
Zakharia dan Maleakhi, adalah nabi-nabi setelah masa 
pembuangan. Dua nabi dari masa pembuangan, Daniel dan 
Yehezkiel, tidak termasuk karena mereka adalah nabi-nabi besar. 
Penutup 
Para nabi Israel, sama seperti nabi-nabi lain, adalah orang-
orang yang mendapat panggilan khusus. Mereka tidak 
memperoleh kedudukan karena warisan, karena dilahirkan dalam 
keluarga para nabi, anak seorang nabi tidak secara otomatis 
menjadi nabi, tetapi setiap nabi dipilih secara khusus oleh Tuhan 
dan dipanggil untuk melakukan suatu pekerjaan yang ditetapkan 
Tuhan baginya. Jabatan kenabian berbeda dengan jabatan imam di Israel, karena imam mendapatkan kedudukan berdasarkan 
warisan.

2.Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Kepribadian


Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Kepribadian

















Komentar